Angle & Pose
Angle & Pose
| Jogjakamera - VaraQween |
Bagi banyak fotografer ketika
menghadapi hal ini sedikit banyak akan merasa lebih tertarik memotret landscape daripada berhadapan dengan model yang notabene adalah
saudara, teman atau non-profesional model lainnya, kenapa? Yah.. karena kalian harus memberikan
instruksi bagaimana mereka harus berpose.
Kali ini Jogjakamera akan membagai tips dasar bagaimana mereka berpose, tetapi perlu diingat tugas utama sebagai fotografer adalah bagaimana membuat mereka merasa santai dan nyaman didepan kamera, jika itu tercapai, maka percayalah semua proses pemotretan akan mengalir secara alami. Sebelum pemotretan di dalam studio juga bisa mencari referensi pose melalui majalah, buku, galeri foto sehingga kalian mendapatkan ide-ide segar tentang pose yang kalian cari.
Kali ini Jogjakamera akan membagai tips dasar bagaimana mereka berpose, tetapi perlu diingat tugas utama sebagai fotografer adalah bagaimana membuat mereka merasa santai dan nyaman didepan kamera, jika itu tercapai, maka percayalah semua proses pemotretan akan mengalir secara alami. Sebelum pemotretan di dalam studio juga bisa mencari referensi pose melalui majalah, buku, galeri foto sehingga kalian mendapatkan ide-ide segar tentang pose yang kalian cari.
Hal yang terpenting bukan saja
bagaimana pose model kalian. Sobat juga perlu mempertimbangkan angle kalian
sendiri, ketinggian kamera saat memotret tentu memberikan dampak tersendiri
bagi hasil akhir foto kalian bukan? Berikut ini adalah Tiga angle yang bisa
kalian gunakan dan hasil foto akhirnya:
1. Angle Tinggi
Posisi kamera yang sedikit lebih
tinggi dari model/subyek seringkali bisa memberikan hasil yang lebih menarik.
Pada umumnya akan membuat wajah model lebih kurus. Perhatikan bahwa bagian leher
dan rahang terlihat lebih jelas, jangan memposisikan kamera terlalu tinggi,
karena posisi tersebut akan sedikit terlihat aneh.
2. Angle Sejajar (Eye Level)
2. Angle Sejajar (Eye Level)
Angle Eye level dengan
pencahayaan yang tepat bisa digunakan pada banyak kondisi. Perhatikan bahwa
ketinggian kamera akan berdampak pada bagaimana hasil foto portrait kalian.
Layar LCD kamera kalian memiliki peran penting untuk membantu kalian mereview
kembali hasil akhir foto. Jika tinggi badan Sobat lebih rendah dari model, maka
gunakan kotak atau tangga kecil untuk mencapai ketinggian yang pas.
3. Angle
Rendah
Prinsip angle rendah pada umumnya
adalah: semakin rendah angle yang kalian gunakan maka akan berkurang juga daya
tarik foto portrait kalian. Angle ini tidak membuat subyek kalian
semakin ramping! Angle ini sering digunakan untuk foto-foto coorporate, dimana
para pemimpin atau direktur perusahaan tersebut bisa mendapatkan kesan besar
dan berkuasa.
Pose
Wanita
Pose pertama dimana subyek hanya
berdiri 'biasa' tidak akan menghasilkan foto portrait yang menarik. Mintalah mereka
sedikit menggeser separuh badan mereka ke belakang sehingga menampilkan tiga
perempat badan mereka. Pose tersebut akan jauh lebih menarik. Menambahkan
bagian tangan ke dalam frame juga bisa menjadi komposisi yang menarik. Tetapi ingat!
Tangan jangan terlalu dominan, ukuran tangan bisa hampir sama dengan wajah,
sehingga berpotensi sebagai distraction.
Pose Pria
| Jogjakamera - FotoVideo.co |
Pose Pria
Sama halnya seperti pose wanita diatas, pose dengan hanya berdiri tidak akan
berhasil menyajikan daya tarik. Minta model pria kalian untuk memindahkan kaki satu langkah kedepan dan juga berat badan sedikit condong ke
depan. Pose ini selbih memberikan nuansa dominan serta maskulin. Selipkan satu
tangan ke dalam saku celana dan kalian akan mendapatkan pose yang lebih
menarik.
Pose Berpasangan
Pose Berpasangan
| Jogjakamera - FotoVideo.co |
Komentar
Posting Komentar