Teknik Fotografi ‘BULB’

Teknik Fotografi ‘BULB’

Jogjakamera.com : Ahmad Ramadhan

Teknik fotografi Bulb adalah teknik dengan menggunakan speed selambat mungkin. Hasil dari speed yang lambat inilah akan menghasilkan lintasan cahaya. Teknik ini sudah banyak dikembangkan, sehingga memunculkan banyak seni melukis dengan menggunakan cahaya. Bentuk yang dihasilkannya pun akan beragam, tergantung kemana cahaya tersebut melintas.



Kata bulb muncul karena dijaman baheula, kakek nenek fotografer pendahulu menggunakan gelembung angin dalam karet (bulb) yang menekan mekanisme shutter sehingga membuka. 



Apa saja yang dibutuhkan untuk membuat tehnik BULB?

  1. Tripod wajib, kecuali anda ingin menghasilkan foto abstrak yang tidak ada seorangpun yang tahu maksudnya. 
  2. Gunakan Remote Shutter Release dengan mekanisme pengunci.
  3. Timer, cukup gunakan timer di smartphone anda.
  4. Usahakan memakai ISO yang serendah mungkin.
  5. Batere cadangan, memotret dengan lama exposure sampai menit menguras batere kamera, jadi siapkan cadangannya

Kapan Mode Bulb Dipakai?

Beberapa situasi pemotretan yang membutuhkan pemakaian mode bulb, antara lain:

  1. Saat memotret kembang api.
  2. Saat anda memotret trail of light: lampu mobil maupun jejak bintang.
  3. Saat akan memotret didalam gelap malam menggunakan setting bukaan kecil macam f/11 sampai f/22.
  4. Saat anda ingin foto light painting.
  5. Saat ingin membuat foto petir.
  6. Saat ingin memotret benda-benda angkasa (astrophotography).S
  7. Saat ingin memotret loooong exposure diatas 30 detik.

Berikut adalah sedikit tips dan teknik dalam menggunakan teknik bulb :

  1. Persiapkan kamera. Gunakan lah kamera yang bisa diatur speednya. Biasanya teknik ini banyak digunakan dengan mengguankan kamera DSLR.
  2. Persiapkan tripod sebagai penyangga kamera agar tidak ada getaran ketika hendak mengambil gambar.
  3. Sebelum mengambil gambar, ubar settingan speed kamera. Gunakanlah speed lebih dari 3 detik atau kita bisa menggunakan BULB (lama pengambilan cahaya bisa ditekan sesuai dengan keinginan kita).
  4. Setting diafragma ke bukaan f9 atau lebih.
  5. Bisa juga menggunakan aksesoris tambahan seperti Shutter Release. Harganya sekitar 100-300 ribuan.
  6. Jika tidak ingin ada getaran dari tangan, kita bisa menggunakan timer, tekan lalu diamkan.
  7. Biasanya bulb dilakukan pada malam hari untuk mendapatkan efek lampu lebih maksimal. Atau jika ingin uji coba bisa dilakukan dikamar dengan keadaan gelap.
  8. Jika ingin memotret lintasan jalan raya sebaiknya pilihlah waktu dimana masih banyak kendaraan lewat.
  9. Kita bisa melukis nama, atau bentuk dengan cahaya seperti senter, kembang api, atau lampu kecil.
  10. Terus mencoba sampai gambar yang anda inginkan bisa diperoleh!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lebih mengenal Sony HXR-NX5P

Bagaimana Cara Menggunakan Monopod

MENCOBA KAMERA DSLR (UNTUK PEMULA)